Penyebab Tarikan Gas Motor Injeksi Tidak Stabil

No Comments

Penyebab Tarikan Gas Motor Injeksi Tidak Stabil, Berita Otomotif Bermanfaat Saat Anda akan berkendara motor, hal utama yang dilakukan agar motor dapat melaju ialah memuntir handle gas. Namun, apabila pada saat menarik handle gas terjadi ketidakstabilan sehingga motor seperti akan mogok, pasti pengendara akan merasa tidak nyaman.

Terlebih bagi Anda yang sudah memiliki motor berteknologi injeksi dan kurang mengerti apa penyebab dan cara memperbaiki motor agar yang tarikan gasnya tidak stabil kembali nyaman saat digunakan. Banyak info mengenai ini jika kamu mau membaca berita otomotif . Nah, agar lebih mudah, berikut ini kami sajikan ulasannya untuk Anda!

Saringan udara tidak berfungsi

Fungsi utama dari saringan atau filter udara ialah menyaring udara yang masuk ke dalam ruang bakar agar tidak tercampur dengan partikel kotoran dan debu. Kondisi filter udara kotor  akan berakibat pada tarikan gas motor jadi berat dan tidak stabil.

Motor juga akan mendadak mati atau mogok apabila filter udara yang kotor tetap digunakan. Filter udara menjadi kotor dapat disebabkan oleh lingkungan yang berdebu serta usia pemakaiannya. Pastikan Anda sering mengecek kondisi saringan udara jangan sampai terlalu kotor.

Jarak renggang busi tidak tepat

Jika busi pengaturan kerenggangannya sudah sesuai maka busi tersebut dapat bekerja dengan baik. Karena ukuran kerenggangan sangat mempengaruhi suhu pengapian busi, dan akan berpengaruh terhadap pembakaran bahan bakar dan udara di dalam mesin.

Jika memperbesar kerenggangan busi, maka akan dapat menghasilkan percikan api yang lebih besar, sehingga beberapa mesin yang dimodifikasi biasanya bisa bekerja lebih maksimal.

Meskipun demikian, pemasangan busi yang tidak tepat dapat menyebabkan insulator retak sedangkan pengencangan busi yang terlalu keras dapat menyebabkan ulir patah. Hal inilah yang menyebabkan tarikan gas tidak stabil pada motor injeksi, sesuai penjelasan dari beberapa berita otomotif.

Setelan klep tidak sesuai

Penyebab gas tidak stabil dapat juga diakibatkan karena setelan klep yang tidak sesuai. Tekanan pada kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh penyetelan klep atau valve.

Jika setelan klep terlalu rapat dan tidak sesuai standar maka klep akan cepat membuka dan lebih lama menutup, sedangkan pembukaan yang lebih lama akan membuat gas lebih banyak masuk.

Kemudian, apabila setelan klep terlalu renggang berarti klep terlambat membuka dan cepat menutup. Apabila hal ini terjadi pada klep masuk maka pemasukan campuran bahan bakar udara berlangsung cepat sehingga jumlah campuran yang masuk menjadi sedikit.

Terjadi kerusakan sensor injeksi

Injektor pada motor ini berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar, dengan cara mengubah partikel-partikel menjadi kabut. Injektor pada sistem PGM-FI dapat menciptakan partikel bahan bakar terhalus di dunia.

Namun, jika injektornya kotor akibat mengkonsumsi bensin yang kurang bagus maka dapat memengaruhi kualitas semprotan bensinnya dan efeknya yaitu tarikan pada gas motor menjadi tidak stabil.

Nah, untuk info lengkap mengenai berita otomotif dan semua hal yang berhubungan dengan motor, kamu dapat langsung mengunjungi blog moladin. Semoga bermanfaat.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *